Mendiang mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur selama ini disebut-sebut sebagai tokoh pluralisme. Menurut Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, Gus Dur lebih tepat disebut tokoh demokrasi dibanding kemajemukan.
Gus Dur, tidak ada lagi ulama yang akan menggantikan anda. ulama yang berani 'n ikhlas membela kaum minoritas dan orang yang teraniaya. indonesia butuh ulama seperti anda saat ini.