Menurut Nazaruddin yang dimaksud "Ketua Besar" adalah Anas Urbaningrum ketua Partai Demokrat, sedangkan "Bos Besar" adalah Mirwan Amir. Nazaruddin juga berkata bahwa ancaman kepada Rosalina Manulang adalah terlalu mengada-ada.
Komentar
ap0504
09/02/2012
Apakah dalam pemilu nanti kita harus mesti memilih maling dan rampok untuk duduk digedung RAMPOK DPR RI...... dalam pencalonan mereka berposemalaikat pembawa pesan dan berhati mulia,tetapi...setelah mereka dudukdi kursi kesenangan mereka berubah SETAN....
padahal sebelum jadi pejabat mereka itu style nya "kampungan" coba aja lihat penampilan mereka sebelumnya di media massa. Memang tipe " bimbi " ya spt ini spt lagu mbak titik puspa. Mereka sudah lupa ama kampungnya... he he he